WELCOME TO MY BLOG
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PROFIL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2015

                                Sejarah Gunungkidul 
 
 Pada waktu Gunungkidul masih merupakan hutan belantara, terdapat suatu desa yang dihuni beberapa orang pelarian dari Majapahit. Desa tersebut adalah Pongangan, yang dipimpin oleh R. Dewa Katong saudara raja Brawijaya. Setelah R Dewa Katong pindah ke desa Katongan 10 km utara Pongangan, puteranya yang bernama R. Suromejo membangun desa Pongangan, sehingga semakin lama semakin rama. Beberapa waktu kemudian, R. Suromejo pindah ke Karangmojo.


Perkembangan penduduk di daerah Gunungkidul itu didengar oleh raja Mataram Sunan Amangkurat Amral yang berkedudukan di Kartosuro. Kemudian ia mengutus Senopati Ki Tumenggung Prawiropekso agar membuktikan kebenaran berita tersebut. Setelah dinyatakan kebenarannya, Tumenggung Prawiropekso menasehati R. Suromejo agar meminta ijin pada raja Mataram, karena daerah tersebut masuk dalam wilayah kekuasaannya.

R. Suromejo tidak mau, dan akhirnya terjadilah peperangan yang mengakibatkan dia tewas. Begitu juga 2 anak dan menantunya. Ki Pontjodirjo yang merupakan anak R Suromejo akhirnya menyerahkan diri, oleh Pangeran Sambernyowo diangkat menjadi Bupati Gunungkidul I. Namun Bupati Mas Tumenggung Pontjodirjo tidak lama menjabat karena adanya penentuan batas-batas daerah Gunungkidul antara Sultan dan Mangkunegaran II pada tanggal 13 Mei 1831. Gunungkidul (selain Ngawen sebagai daerah enclave Mangkunegaran) menjadi kabupaten di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta.

Mas Tumenggung Pontjodirjo diganti Mas Tumenggung Prawirosetiko, yang mengalihkan kedudukan kota kabupaten dari Ponjong ke Wonosari.

Menurut Mr R.M Suryodiningrat dalam bukunya ”Peprentahan Praja Kejawen” yang dikuatkan buku de Vorstenlanden terbitan 1931 tulisan G.P Rouffaer, dan pendapat B.M.Mr.A.K Pringgodigdo dalam bukunya Onstaan En Groei van het Mangkoenegorosche Rijk, berdirinya Gunungkidul (daerah administrasi) tahun 1831 setahun seusai Perang Diponegoro, bersamaan dengan terbentuknya kabupaten lain di Yogyakarta. Disebutkan bahwa ”Goenoengkidoel, wewengkon pareden wetan lepen opak. Poeniko siti maosan dalem sami kaliyan Montjanagari ing jaman kino, dados bawah ipun Pepatih Dalem. Ing tahoen 1831 Nagoragung sarta Mantjanagari-nipoen Ngajogjakarta sampoen dipoen perang-perang, Mataram dados 3 wewengkon, dene Pangagengipoen wewengkon satoenggal-satoenggalipoen dipoen wastani Boepati Wadono Distrik kaparingan sesebatan Toemenggoeng, inggih poeniko Sleman (Roemijin Denggong), Kalasan serta Bantoel. Siti maosan dalem ing Pengasih dipoen koewaosi dening Boepati Wedono Distrik Pamadjegan Dalem. Makanten oegi ing Sentolo wonten pengageng distrik ingkang kaparingan sesebatan Riya. Goenoengkidoel ingkang nyepeng siti maosan dalem sesebatan nipoen Riya.”

Dan oleh upaya yang dilakukan panitia untuk melacak Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul tahun 1984 baik yang terungkap melalui fakta sejarah, penelitian, pengumpulan data dari tokoh masyarakat, pakar serta daftar kepustakaan yang ada, akhirnya ditetapkan bahwa Kabupaten Gunungkidul dengan Wonosari sebagai pusat pemerintahan lahir pada hari Jumat Legi tanggal 27 Mei 1831 atau 15 Besar Je 1758 dan dikuatkan dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Gunungkidul No : 70/188.45/6/1985 tentang Penetapan hari, tanggal bulan dan tahun Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul yang ditandatangani oleh bupati saat itu Drs KRT Sosro Hadiningrat tanggal 14 Juni 1985.

Sedangkan secara yuridis, status Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah kabupaten kabupaten yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta dan berkedudukan di Wonosari sebagai ibukota kabupaten, ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan UU no 15 Tahun 1950 jo Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1950 pada saat Gunungkidul dipimpin oleh KRT Labaningrat.

Guna mengabadikan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul dibangun prasasti berupa tugu di makam bupati pertama Mas Tumenggung Pontjodirjo dengan bertuliskan Suryo sangkala dan Condro sangkala berbunyi : NYATA WIGNYA MANGGALANING NATA ” HANYIPTA TUMATANING SWAPROJO” Menuruut Suryo sangkala tahun 1831 dibalik 1381, sedang Condro sangkala 1758 dibalik 8571.


Itulah tonggak sejarah Kabupaten Gunungkidul berbicara.


Bupati yang pernah memimpin Kabupaten Gunungkidul antara lain :
1. Mas Tumenggung Pontjodirjo
2. Raden Tumenggung Prawirosetiko
3. Raden Tumenggung Suryokusumo
4. Raden Tumenggung Tjokrokusumo
5. Raden Tumenggung Padmonegoro


6. Raden Tumenggung Danuhadiningrat
7. Raden Tumenggung Mertodiningrat
8. KRT.Yudodiningrat
9. KRT.Pringgodiningrat
10. KRT.Djojodiningrat
11. KRT.Mertodiningrat
12. KRT.Dirjodiningrat
13. KRT.Tirtodiningrat
14. KRT.Suryaningrat
15. KRT.Labaningrat
16. KRT.Brataningrat
17. KRT.Wiraningrat
18. Prawirosuwignyo
19. KRT.Djojodiningrat,BA
20. Ir.Raden Darmakun Darmokusumo
21. Drs.KRT.Sosrodiningrat
22. Ir.Soebekti Soenarto
23. KRT.Harsodingrat,BA
24. Drs.KRT.Hardjohadinegoro (Drs.Yoetikno)
25. Suharto,SH
26. Prof.Dr Ir Sumpeno Putro, MSc
27. Hj Badingah SSos (Bupati saat ini). 

Sumber :www.gunungkidulkab.co.id

Selasa, 15 September 2015

 PROFIL DESA JERUK LEGI, KATONGAN, NGLIPAR

Jeruklegi adalah sebuah desa dikelurahan Katongan,  Nglipar,  Gunungkidul, Yogyakarta.Desa Jeruklegi berbatasan dengan desa ngimbang sebelah timur, klegung sebelah barat, Ndaguran sebelah utara dan Karangpoh sebelah selatan .

Asal Usul Jeruklegi, konon katanya dahulu kala Karna Begitu banyaknya Tanaman Buah Jeruk disekitar tempat tersebut, (hmmm gak tau bener apa gak, soalnya belum melakukan riset,,hehe

Desa Jeruklegi Sebagian besar Berupa tempat tinggal, sedikit persawahan dan terdapat sungai Oyo.
Penduduk Jeruklegi Umumnya masih diduduki Penduduk Asli atau PRibumi.

Jeruklegi sendiri mempunyai 7 RT, Diantaranya :
1. Mbacin
2. Sembung
3. Wonosido
4. Ngunut
5. Jeruk Lor
6. Khletak
7. Mengger


Prasarana

Jeruk Legi mempunyai prasarana penunjang sekolah cukup baik untuk sebuah desa yaitu :
1.Paud
2.Taman Kanak-Kanak ( TK )
3.Sekolah Dasar ( SD N KATONGAN 1 )
4.Sekolah Menengah Pertama ( SMP N 3 NGLIPAR ) 
.


Selasa, 05 Mei 2015

PENGALAMA PKL DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Assalamualaikum WR.WB
Selamat pagi/siang/malam sob/sist/tante ,mampir dulu di blog saya,yang lagi nonton bola, makan, tidur, mandi jangan lupa kunjungi blog saya dulu untuk menyegarkan badan kita.Oke gak usah panjang lebar,langsung saja.

PRAKERIN DI SEKRETARIAT DAERAH

Pemkab Gunungkidul Welcome, Klaim Harga Tanah Lebih Murah
Logo
Pelaksanaan praktik kerja industri bagi kelas XI sekolah SMK TERUNA JAYA 1 GUNUNGKIDUL dilaksanakan pada tanggal 19 januari-17 april 2015 ,baik jurusan adm .perkantoran, busana butik, multimedia dan pemasaran.

Saya sendiri melaksanakan pkl di kantor sekretariat daerah bersama 4 teman ( Gak usah disebutin namanya).Tanggal 19 januari saya beserta teman -teman mulai melaksanakan pkl diawali dengan peyerahan oleh guru pembimbing kepada pembimbing lokasi setda.Setelah penyerahan dilakukan penempatan dibagian yang berbedsa-beda.Saya sendiri ditempatkan dibagian organisasi , pertama saya masuk ,sya disuruh untukperkenalan kesemua pegawai dibagian organisasi terlebih dahulu.Pas perkenalan ternyata ada siswa sekolah lain yang prakerin dibagian organisasi,saya senang sebab punya teman yangmana sesama siwswa Prakerin.Lalu saya pertama kali diberi tugas menggunting,mengelem dan mengganti buku yang mana isinya ada yang salah,sehingga pewrlu diperbaiki.Saat hari ke 4-5 prakerin, saya merasa tidak nyaman/ora jenak ( Jowo )Selama disana ,karena tidak ada pekerjaan ,malah sya sering ngantuk dan hanya berdiam,apalagi saya belum kenal banget dengan teman prakerin saya, sehingga kurang ada komunikasi.

Seiring berjalanya waktu, saya mulai menyesuaikan diri dg lingkungan kantor dan para pegawainya.Saya mulai ada komunikasi dengan pegawai dan teman-teman prakerin saya.Selama disana secara garis besar mendapatkan tugas antara lain :
  1. Mengoreksi LAKIP dan mengeprin sasaran Lakip
  2. Membuat surat ,mengedit dan mngoreksi
  3. mengantar surat SKPD
  4. mengedit anjab, formasi gabungan SKPD
  5. Menangani surat masuk dan keluar
  6. Resepsionis Rapat
  7. Mengetik 
  8. menginventaris barang/ penghapusan barang
  9. inventaris sop
  10. penggandaan surat 
 Pekerjaan diatas hanya garis besarnya saja, saya tidak bisa menyebutkan secara terperinci.Selama disana ada suka dan dukanya,yang menyeneangkan buat sya yaitu saat mengirim surat ke semua dinas/badan/kantor saya sering diajak apalagi dengan mobil dinas.Dukanya selama disana mujngkin hari pertama dan keduakarena kurang adanya komunikasi.Tapi buat saya kegiatan prakerin ini menyenagkan karena bisa menambah wawasan dan ketrampilan.Hari prakerin sya berpamitan dengan pegawai disana, kalau ditanya sedih/tidak ,saya sendiri otomatis sangat sedih karena udah hari terakhir prakerin.oh ya dibagian organisasi mempunyai tugas antara lain:
  1. Kasubbag AKuntabilitas perangkat daerah
  2. Kasubbag kelembagaan
  3. Ksubbag ketatalaksanaan
 Nama pegawai bagian organisasi dan jabatanya 2015:
  1. Kabag                                  :Wiwiek muhartiwi
  2. kasubag APD                       :Waziroh
  3. Kasubag kelembagaan         :Wakhid syarifudin
  4. kasubbag ketatalaksanaan    :Asih triwahyunui
  5. staf/karyawan  :Suprapti,stiasih,mukhtar hasan,eko nur cahyo,yulianto anag dan sudihartono
Teman sya saat prakerin:
  1. Nuri
  2. Agnes
Mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan dari kegiatan saya selama prakerin,Kritik dan saran bisa langsung berkomentar


Wasalamualaikum wr.wb